Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku

Jadi istri yang setia ialah cita- cita mayoritas perempuan, tercantum diriku. Sinta namaku, umurku 37 tahun. Saya telah menikah sepanjang 15 tahun serta telah dikarunia 2 orang anak pria yang dewasa 13 serta 10 tahun.
Mas Andri merupakan suamiku, usianya lebih tua 5 tahun dari saya. Ia berkerja di suatu lembaga pemerintahan serta mempunyai peran yang lumayan bagus sehingga kehidupan ekonomi keluargaku lebih dari lumayan.
Awal mulanya kehidupan ranjang kami baik- baik saja. Mas Andri senantiasa dapat memuaskanku, begitu pula dengan saya yang senantiasa membagikan pelayanan yang terbaik buat suamiku. Tetapi lambat- laun Mas Andri berganti.
Perilakunya saat ini semacam malas jika berhubungan denganku. Dahulu saat sebelum melaksanakan seksual umumnya Mas Andri suka merayuku dengan hal- hal yang romantis tetapi saat ini langsung masukin aja apalagi tanpa pemanasan.
Tidak tidak sering pula ikatan seksual saya dengan Mas Andri tidak lebih dari 5 menit. Nyaris 2 tahun terakhir saya tidak sempat menggapai orgasme jika ditidurin Mas Andri.
Kadangkala saya suka bingung, apakah Mas Andri memiliki perempuan lain tidak hanya saya sehingga telah tidak bergairah lagi dengan saya?
Ataupun apakah saya ini telah tidak menawan lagi di mata Mas Andri? Sementara itu bagi ibu- ibu komplek saya tercantum bunda yang‘ fresh’ sebab giat menjaga tubuhku. Kadangkala sehabis mandi saya suka bercermin sendiri sembari telanjang.
Kuperhatikan bagian tubuhku satu persatu. Memanglah wajahku saat ini mulai terdapat kerutan- kerutan tetapi saya rasa dengan rambut panjang lurus serta hidungku yang mancung saya masih menawan.
Tubuhku memanglah telah tidak ramping lagi semacam muda dahulu tetapi saya rasa tubuhku masih kencang serta menarik tidak semacam ibu- ibu komplek sahabat arisanku yang telah banyak lemak yang bergelambir.
Payudaraku walaupun sedikit bergelantung tetapi saya rasa masih seksi dengan dimensi sebesar 36B. Terlebih pantatku yang besar montok, saya rasa pula anak muda sekalipun ga banyak yang pantatnya semontok saya.
Memanglah kehidupan ranjangku akhir- akhir ini menyiksaku, tetapi sebisa bisa jadi saya melindungi kesetiaanku terhadap Mas Andri sama halnya semacam saya melindungi keperawananku dahulu.
Awal mulanya saya menerima saja kondisi ini, tetapi dikala saya berkenalan dengan dunia maya. Memanglah baru sebulan ini kami berlanggan internet di rumah kami, itu pula sebab anak kami yang sangat besar merengek- renget memintanya.

Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan

Awal mulanya saya tidak sempat tertarik dengan namanya internet tetapi sebab peristiwa itu seluruhnya berganti. Waktu itu sesuatu malam kala saya habis berhubungan seksual dengan Mas Andri yang semacam umumnya saya tidak menggapai orgasme.
Dikala itu saya tidak dapat tidur, Mas Andri serta kanak- kanak telah pada tidur seluruh makanya saya iseng menyalakan computer serta membuka internet. Awal mulanya saya cuma membuka web tentang pakaian- pakaian perempuan, kemudian saya membuka tentang alat- alat kebugaran.
Waktu membuka web tentang perlengkapan kebugaran di bagian dasar web tersebut ada iklan tentang‘ sex toys’. Saya juga penasaran serta kemudian kuklik link tadi.
Awal mulanya saya kaget dikala kubuka web itu langsung timbul beberapa barang yang wujudnya semacam penis." mungkinkah alat- alat ini yang dipakai buat masturbasi?" tanyaku dalam hati.
Saya memanglah tau apa itu masturbasi tetapi saya belum sempat berupaya sebab saya tidak ketahui bagai mana triknya.
Kemudian rasa penasaranku terus menjadi besar, kuketikan kata" metode masturbasi" di google. Kemudian muncullah situs- situs yang menarangkan tentang masturbasi.
Kubuka taman tadi serta kubaca dengan seksama sembari membayangkan mainan berupa penis tadi masuk ke memekku. Tanpa kusadari tangan kanan ku telah masuk ke dalam daster tidurku serta mengelus- elus celana dalam ku. Kurasakan rembesan basah mulai terasa di celana dalamku.
cerita sex
Saya juga terus menjadi menikmati serta kumasukan jari ke ke dalam celana dalam serta saya mulai memainkan klitorisku.
Terus menjadi kilat serta kilat saya memainkan klitorisku serta khayalanku terbang membayangkan tentang penis, tetapi ntah penis siapa, yang tentu penis yang besar yang menghujam- hujam memek ku.
Saya juga menggapai orgsme, orgasme yang sepanjang ini terpendam serta tertahan. Terasa nikmat sekali sampai- sampai celana dalamku basah sekali terserang cairan memekku. Sehabis berakhir orgasme saya juga dapat tertidur pulas.
Pagi hari saya bangun dengan perasaan yang berbeda. Hasratku yang terpendam sudah tersalurkan walaupun denga masturbasi. Saat ini juga saya sudah siap mengawali hari baru dengan riang.
Semacam biasa sehabis suamiku berangkat kerja serta kanak- kanak berangkat sekolah tinggallah saya sendiri. Pekerjaan rumah sudah menantiku, tetapi saya dahulukan ke warung Bu Tuti sebab jika sangat siang suka kehilangan sayur- mayur buat ku masak.
Sehabis berdandan alakadarnya saya juga berangkat ke warung Bu Tuti. Saya masih menggunakan daster yang tadi malam serta saya pula belum mandi sebab umumnya sehabis beres seluruh kerjaan saya baru mandi.
Saya belanja sayur- mayur buat kumasak di hari itu. Tetapi entah mengapa hari itu saya membeli timun sementara itu saya sendiri tidak ketahui ingin diapakan timunnya. Bisa jadi gara- gara dikala kupegang timun tadi saya langsung kepikiran yang tadi malam.

Cerita Sex Ku

Sesampainya di rumah saya langsung memecahkan kantung plastic belanjaan tadi. Timun lah yang saya cari, saya pegang- pegang sembari kunyalakan computer.
Saya langsung membuka web yang tadi malam, tetapi saya rasakan saya mau suatu yang lebih. Saya juga mulai mencari- cari serta sampailah pada suatu web yang menyajikan pornografi dalam wujud video.
Buat sebagian dikala saya mencermati video tadi. Adegan yang diperankan oleh orang- orang bule yang menawan lembut serta pria dengan kontol yang gede, yang gedenya nyaris sama dengan timun yang kupegang.
Adegan itu diawali dengan salaing ciuman dengan game lidah. Jantungku mulai berdetak tidak beraturan, terasa panas mengalir. Saya juga mulai merasakan rangsangan birahi yang menggebu.
Adegan dilanjutkan dengan hisapan kontol si lelaki oleh si perempuan. Adegan yang baru bagiku sebab sepanjang ini saya belum sempat mencobanya serta Mas Andri juga belum sempat memintanya.
Tanpa disadari saya juga mulai mulai menjilat- jilat timun yang kugenggam tadi serta tangan kiriku meraba- raba memekku yang telah basah.
Adegan juga bersinambung, begitu pula dengan timunku. Timunku lambat- laun hingga ke memek ku, dengan lambat- laun saya masukan.
Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
Rasa yang sangat saya rindukan. Otot- otot bilik memekku terasa terpenuhi dengan timun yang berdimensi lumayan cukup besar. Sangat saya merindukan kontol yang besar serta tahan lama. Serta tidak lama berselang saya juga menggapai orgasme yang hebat.
Telah sebulan lebih saya memuaskan hasratku dengan masturbasi di depan computer. Nyaris tiap pagi kala suami serta kanak- kanak telah berangkat saya tentu melaksanakannya. Mulai dengan memandang adegan bokep barat, india, Indonesia, negro hingga dengan membaca cerita- cerita panas.
Mulai dari dengan jari tangan, timun ataupun juga terong saya memuaskan birahiku. Tetapi senantiasa saja saya merindukan kontol asli yang dapat memuaskanku.
Bukan semacam kontol Mas Andri yang kencil serta kendur walaupun telah ereksi, yang cuma bertahan 3 menit. Tetapi kontol pria sejati yang dapat memuaskan hasrat birahiku.
Baca Pula: Keperjakaanku Di Renggut Istri Bos Ku
Saya jadi perempuan yang terobsesi dengan kontol. Tiap pria yang jumpai saya senantiasa membayangkan kontolnya sebesar apa.
Saya senantiasa berimajinasi jika kontol- kontol mereka itu menghujam memekku degan perkasanya semacam adegan- adegan bokep di internet yang senantiasa kutonton dikala masturbasi.
Tetapi itu cuma dalam hayalanku. Saya tidak terdapat keberanian buat merasakan kontol tidak hanya kontol suamiku. Ataupun pula memanglah tidak terdapat peluang.
Sampai sesuatu hari kakak permepuanku menitipkan anaknya Rendi di rumahku. Rendi baru saja lulus kuliah, usianya 22 tahun.
Ia ingin menjajaki wawancara kerja di kota ku. Wawancara kerja itu dicoba sebagian sesi sehingga tidak berakhir dalam satu hari makanya kakakku menyuruhnya buat tinggal di rumahku serta jika telah tentu diterima baru mencari tempat kost.

Cerita Sex

Hari itu semacam hari senin yang biasa. Jam 7 pagi semacam umumnya anak serta suamiku telah berangkat dari rumah.
Saya juga mulai menyalakan computer buat ritual masturbasi yang telah jadi rutinitas akhir- akhir ini. Tetapi kala saya ingin membuka internet saya teringat sepupuku Rendi yang baru tiba subuh tadi dengan kereta malam. Saya juga hendak mengurungkan niatku buat masturbasi khawatir nanti ketahuan Rendi.
Tetapi birahiku nampaknya lagi bergelora pagi ini. Saya nekat buat senantiasa melaksanakan masturbasi. Saya beranggapan jika Rendi hendak tertidur pulas sebab keletihan sehabis ekspedisi panjang.
Saya juga lekas naik ke lantai 2, kamar tamu yang kami siapkan buat Rendi. Saya hendak mengecek ia, apakah masih tertidur ataupun telah terbangun.
Jika masih tertidur hingga bebaslah saya bermasturbasi. Saya dapati pintu kamar ruang tamu itu sedikit terbuka, kunci kamar itu memanglah telah lama rusak sehingga pintunya tidak bisa tertutup rapat. Dari celah pintu itu saya amati Rendi masih tidur terlentang.
Saya juga kemudian melangkah buat kembali ke ruang tamu yang ada computer. Tetapi baru 2 langkah saya kembali ke pintu tadi. Saya mencermati panorama alam yang tadi pernah terlampaui. Saya mencermati tonjoalan di celana boxer yang Rendi kenakan dikala tidur terlentang. Sangat besar tojolan kontol di celana boxer Rendi itu.
Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
Khayalan nakalku juga mulai melayang bersamaan tingginya birahiku pagi itu. Saya membayangkan seberapa besar kontol yang terdapat di dalam celana Rendi tersebut. Ah tidak, ia kan keponakaku. Saya berupaya beranggapan rasional.
Saya berupaya menepikan khayalan bandel di otak ku. Tetapi seluruh itu percuma, tanpa siuman tangan kananku telah masuk ke dalam dasterku. Tanganku telah mengelus- elus memek yang masih terbungkus celana dalam.
Ah, persetan dengan keponakan. Nafsu birahi sudah menguasaiku. Saya juga mulai membuka celana dalam merah yang saya kenakan.
Tanganku makin gencar memainkan memek ku yang telah basah. Saya membayangkan besarnya kontol Rendi yang masih tertidur. Belum ereksi aja telah menonjol besar semacam itu terlebih jika telah nagaceng.
Ah.. tentu nikmat rasanya bila kontol Rendi yang sertinya besar itu menghujam di memek ku. Dengan posisi duduk di sofa di depan pintu saya terus mengocok memek ku dengan jari- jari ku serta tidak lama berselang saya juga menggapai orgasme yang sangat nikmat.
Sehabis berakhir ritual masturbasi yang tidak cocok rencana itu saya melanjutkan pekerjaan rumah yang sudah jadi rutinitasku.
Sejauh melaksanakan pekerjaanku itu pikiranku terus terbayang kontol Rendi yang baru saya amati sebatas benjolan. Saya terus memperkirakan seberapa besarnya, seberapa panjangnya, kencangnya semacam apa, tahan seberapa lama.
Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
Ah, terus menjadi lama terus menjadi penasaran saya hendak kontolnya Rendi. Tidak sempat terbayangkan tadinya, Rendi yang terakhir kali berjumpa masih bocah ingusan saat ini sudah membangkitkan birahiku.
Sehabis berakhir dengan pekerjaanku saya langsung mandi. Saya dapati pula Rendi sudah berakhir mandi serta lagi bersiap- siap buat wawancara kerjanya jam 10 nanti. Entah kenapa pagi itu saya mau nampak menawan di mata Rendi.
Saya juga berdandan, sementara itu umumnya saya ga sempat gunakan kosmetik bila tidak ingin berpergian. Saya memakai celana legging supaya pantatku dapat nampak menonjol serta terilihat cetakan celana dalamnya.
Kemudian saya menggunakan pakaian kaos yang ketat serta bra yang kekecilan yang telah lama tidak ku kenakan supaya toketnya nampak menyembul serta nampak belahannya. Entah mengapa saya semacam anak ABG yang mau mencari atensi pria.
Sehabis berakhir berdandan saya juga keluar kamar. Jam bilik membuktikan jam 9 kurang 5 menit. Kudapati Rendi lagi berbenah dengan tasnya, bisa jadi lagi mengecek bawaan buat persiapan wawancarnya.
" Udah siap Ren?" Tanyaku mengawali pembicaraan. Saya berjalan berlenggak- lenggok seperti pragawati yang memamerkan bokong mendatangi Rendi.
" Eh, tante.. Doa in aja ya supaya dapat diterima." Jawabnya." Ya iya lah tante doa in, nanti jika telah diterima tinggalnya di mari aja ya Ren.." Entah mengapa perkataan itu seketika terlontar dariku. Sementara itu dari rencana dini pula Rendi hendak ngekost jika telah diterima.
Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
" Ah, ntar ngerepotin tante.. Rendi lebih baik nge- kost aja.."" Gapapa ko Ren, kaya ma siapa aja.." Saya menyilangkan kakiku berharap Rendi memandang bokongku yang tercetak di celana legging." Oh ya, emang wawancara kerjanya hingga kapan Ren..?" lanjutku lagi.
" Hingga hari kamis tante, tetapi Rendi baru pulangnya hari sabtu, hari jumat nya Rendi ingin jalan- jalan dahulu.. boleh kan tante?" Jawabnya semacam biasa tidak terdapat respon yang berlebih dari Rendi sehabis kupamerkan bokongku.
" Ah gapapa ko’ Ren, lebih lama lagi pula gapapa ko"Mau rasanya saya bertelanjang ria di depan Rendi serta mendekapnya. Ah.. tetapi saya masih belum lumayan edan.
Tidak lama setelah itu Rendi juga berangkat buat wawancara kerjanya. Seharian itu pikiranku terus menjurus ke kontol Rendi yang menjadikan rasa penasaranku lumayan besar.
Besok harinya rutinitas yang biasa juga lalu, jam 7 pagi suami serta kanak- kanak ku telah pada berangkat. Kali ini Rendi telah bangun dari pagi otomatis kegiatan masturbasi ku juga terhambat.
Sepanjang ini saya masturbasi senantiasa dengan rangsangan memandang bokep di internet yang komputernya terdapat di ruang tamy.
Saya tidak terbiasa masturbasi dengan imajinasiku tanpa rangsangan secara visual. Serta rasanya tidak bisa jadi pula masturbasi dengan mengintip Rendi semacam kemarin, Rendi saat ini telah terbangun, jika ketahuan dapat berabe.
Ah, tetapi dapat aja kan memohon langsung Rendi buat memperlihatkan kontolnya. Benak edan terbesit di otakku. Ah, edan kali nanti jika Rendi lapor ke kakak ku, trus nanti suami ku dapat ketahui pula.
Ku gadaikan kesetiaan ku
Tetapi jika Rendi nya turut terangsang ia tentu tidak hendak ngelaporin terus saya pula bukan cuma dapat memandang kontol Rendi tetapi dapat pula ngerasain memek ku di hujamnya dengan kontolnya yang gede.
Aaaahhh.. tentu nikmat pikirku. Tetapi apa saya dapat membuat Rendi terangsang. Mari Sinta, kalian tentu dapat! Saya betul- betul telah kehabisan kewarasan. Nafsu sex memahami diriku serta saya juga betul- betul melakukan rencana gilaku itu.
Baca Pula: Bercinta Dengan SPG Menawan Yang Masih Perawan
Tidak semacam umumnya pagi itu saya mandi lebih dini, pekerjaan rumah yang biasa kukerjakan saya abaikan dulu.
Sehabis mandi saya juga berdandan supaya nampak menawan. Setalah kupilah- pilih saya pu memutuskan daster tipis warna pink buat kukenakan.
Saya putuskan tidak memakai bra serta celana dalam supaya Rendi dapat memandang cetakan putingku serta hendak kupertontonkan memek dan bokong ku secara langsung. Pokoknya Rendi wajib terangsang melihatku.
Sehabis berakhir berdandan saya juga langsung mencari wujud keponakanku itu, serta kutemui ia di ruang tamu lagi membaca koran.
" Pagi Ren… ingin berangkat jam berapa hari ini?"" Biasa tante jam 9… memanglah terdapat apa tante?" Kali ini Rendi mulai mengamati tubuhku.
Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
" Ah gapapa ko’.. Dapat memohon tolong ga angkatin jemuran ke atas.."" Iya tante dapat, mana jemurannya?"
Sehabis membuktikan jemurannya Rendi juga mengangkatkannya. Saya terencana jalur terlebih dulu dengan harapan dikala di tangga Rendi dapat memandang bokongku yang tidak terbungkus celana dalam secara langsung.
Serta memanglah semacam yang saya perkirakan, dikala di tangga Rendi memandang bokongku walaupun dengan curi- curi. kala telah hingga atas kulihat besarnya benjolan di celana Rendi yang menunjukkan telah ereksi.
" Loh, telah bangun lagi Ren?" tanyaku kala hingga di atas." Iktikad tante?" Rendi terlihat bimbang.
" Itu dede yang di celana nya?" Mata ku tertuju ke benjolan di celana Rendi." Eh, ah.. eh.." Rendi nampak salah tingkah serta tidak bisa menanggapi.
" Rendi terangsang ya amati tante?" tanyaku lagi.Rendi nampak masih salah tingkah serta tidak menanggapi pertanyaanku.
" Boleh ga tante amati dedenya Rendi?" Saya juga mulai membuka gesper serta kancing celana Rendi." Ja.. ja.. jangan tante.." kata Rendi.
Ku gadaikan kesetiaan
Tetapi tidak kulihat penolakan Rendi terhadap apa yang saya jalani. Saya juga terus membuka celana Rendi. Kudapati kontol yang besar yang telah ereksi kencang. Besarnya nyaris sama dengan dengan kontol- kontol bule yang saya amati di film bokep, tetapi memiliki Rendi lebih pendek sedikit.
Saya juga langsung melahap kontol Rendi yang besar ke dalam mulutku. Mulutku penuh sesak dengan kontol Rendi serta rasanya mulutku tidak dapat menampung panjangnya kontol Rendi.
Rendi nampak menikmati game mulutku di kontolnya, begitu pula saya. Birahiku langsung menggebu- gebu, kontol yang sepanjang ini kudambakan serta kuhayalkan saat ini dapat kurasakan di mulutku serta saya juga tidak tabah buat menerima sodokan kontol Rendi yang besar ini.
Saya juga menudahi game mulutku, saat ini saya tarik Rendi ke kamar tamu yang pas di sebelahku. " Jangan ah tante, nanti Om Andri ketahui.."
" Mari lah, jika Rendi ga bilang tentu ga hendak ketahui.." Jawabku sembari menarik tangan Rendi ke kamar. Rendi juga menuruti ajakan ku.
Ku dudukan Rendi di ranjang serta saya juga langsung membuka dasterku yang membuatku jadi telanjang bundar. Rendi terlihat terbelalak memandang badan bugilku terpampang di depannya.
Kemudian saya lucuti satu per satu baju Rendi sampai sama telanjangnya denganku. Dadanya yang berbidang membuatku tidak tahan. Berbeda sekali dengan perut Mas Andri yang buncit serta dadanya yang kendur.
Cerita Sex Ku gadaikan kesetiaan ku cuma sebab mau terpenuhi kebutuhan bathinku
Saya langsung naik ke atas Rendi. Kuciumi mulut Rendi dengan penuh nafsu. Kugesek- gesekan kontolnya yang tegang ke bibir memek ku yang telah membasah. Serta.. clepp.. terasa sensasi luar biasa waktu awal kontol Rendi masuk ke memek ku.
Terasa terganjal nikmat memeku. Kemudian saya juga mulai bergoyang, berbeda sekali dengan waktu dengan Mas Andri.
Umumnya saya wajib bersusah payah menggoyang supaya kontol Mas Andri menimpa titik sensitifku, tetapi dengan kontol Rendi yang besar cuma dengan sedikit goyang titik sensitifku telah terasa nikmat. Serta cuma dengan dekat 3 menit saya juga menggapai oragasme yang luar biasa.
" Aaahhh……. Kalian di atas ya sayang…" saya memohon buat bertukar posisi, serta tidak lama setelah itu Rendi telah menindihku dengan kontol yang tertancap di memek ku.
" Tante haus Ren, puasin tante.. puasin tante sayang…"Mulutku mulai meracau tidak karuan.
Saya terbawa melayang birahiku yang mengebu dengan diiringi kocokan kontol Rendi yang perkasa. Saya terletak di puncak kenikmatan birahi yang sepanjang ini tidak dapat saya miliki dari suamiku Mas Andri. Tubuhku terasa panas, keringat bercucuran dari tubuhku.
Tidak saya bayangkan ia keponakan dari kakak kandungku sendiri yang masih memiliki pertalian darah. Saya cuma mengaggap ia lelaki perkasa yang dapat menyirami birahiku yang dahaga.
" Terus sayang… terus… aaaahhhhh…"Saya juga menggapai orgasme yang kedua. Orgasme yang yang beruntun dengan posisi Rendi yang masih sama.
Baru kali ini saya merasakan multi orgasme, oragasme yang begitu dasyat yang menjadikan tubuhku berkejang habat. Sangat perkasa sekali keponakan ku ini.
kebutuhan bathinku
Telah nyaris satu jam memek ku dihujam kontol Rendi yang perkasa. Telah 6 ataupun 7 kali saya menggapai orgasme, ah buat apa saya menghitung. Saya cuma menikmati…
Nampaknya saat ini pula Rendi ingin keluar, kocokannya terasa terus menjadi kilat tidak beraturan. Kontolnya kurasa lebih mengencang di memek ku. Sebagian dikala setelah itu terasa cairan hangat menyemprot di memek ku.
Serta saya juga menggapai orgasme buat entah yang keberapa kali. Kurasakan banyak sekali cairan mani yang keluar dari kontolnya Rendi hingga meluap keluar dari memek ku.
Kemudian sehabis kontolnya dicabut dari memek ku saya juga langsung menjilati kontol Rendi, mensterilkan cairan mani yang melekat di kontolnya hingga bersih. Saya menjilati hingga kontol Rendi laya tidak tegang lagi.
Apalagi meski telah loyo jika saya perhatikan masih lebih besar dibanding dengan kontol Mas Andri yang ngaceng. Sangat perkasa keponakanku ini.
Sehabis satu jam lebih kami bergulat Rendi juga berangkat buat wawancara kerjanya. Hari itu saya rasa lemas sekali serta saya juga mengerjakan pekerjaan rumahku dengan malas.
Saya sangat menikmati serta puas dengan pelayanan Rendi. Nampaknya Rendi juga demikian. Teruji dengan terus diulanginya tiap pagi saat sebelum Rendi berangkat wawancara kerja.
Kesimpulannya Rendi juga diterima kerja. Saya telah menawarinya buat tinggal bersama, saya masih mau dipuaskan oleh sepupuku Rendi tetapi dia menolaknya dengan alibi tidak lezat dikala berjumpa Om Andri.
Rendi juga mengekost tidak jauh dari rumah kami serta kami juga masih suka mencuri- curi waktu buat silih memuaskan birahi.
Di satu sisi saya merasa berdosa terhadap Mas Andri, saya merasa hina dengan menggadaikan kesetiaanku selaku seseorang istri. Tetapi sang sisi lain saya cuma seseorang perempuan biasa yang mau terpenuhi kebutuhan bathinku.
TAMAT